Friday, April 13, 2012

Menghargai Rezeki (nikmat)


dear sobat,

tulisan ini pernah saya posted di blog saya tahun 2008, jadi sekitar 4 tahun lalu. sengaja saya share kembali disini, sbagai pengingat untuk saya pribadi, manakala sekarang Alhamdulillah Allah memberi kami kemudahan rezeki....

19 Sept 2008,

suatu kali, jujur saya pengeeen deh seperti teman teman yang lain, melihat temen yang sudah punya mobil sendiri, rumah sendiri dll..sementara kami, awal menikah benar benar dari nol banget. Yah biasalah perempuan, kadang muncul deh pikiran2 manusiawinya..hehehe..

"ayo atuh Bi, jangan cuma kerja aja, usaha sampingan kek, cari kerja tempat lain aja yang gajinya lebih gede bla bla bla.."

( note : Suami saya mengabdikan dirinya disebuah lembaga zakat sejak tahun 2005 silam...)

Lalu,apakah tanggapan suami saya terhadap 'tuntutan' istrinya ini ? apakah dia menjadi naik darah mendengar keluhan istrinya ? kalo jawaban anda iya,anda salah. Tidak sama sekali. Dengan tenang dia malah bercerita..

Abi ada oleh-oleh cerita, dengerin ya jangan tidur dulu..alkisah, ada 2 nikmat,yang satu nikmat kecil dan satunya nikmat besar. Suatu hari, si nikmat kecil berkunjung ke sebuah rumah manusia. Tok tok tok, si nikmat kecil mengetuk pintu. Ternyata si tuan rumah mengintip dari dalam, si pemilik rumah berkata : 'ah,cuma si nikmat kecil, tidak usah disuruh masuk'..

Lalu dengan sedih, pergilah si nikmat kecil meninggalkan rumah itu. Ditengah jalan,dia ketemu dengan si nikmat besar yang ternyata akan menuju rumah tadi. Si nikmat kecil berkata:'hei nikmat besar, tidak usah datang kesana.aku saja tadi diusir, apalagi engkau'..akhirnya,si nikmat besar pun mengurungkan niatnya menghampiri rumah itu...

Kata suamiku : 'Bunda,seharusnya kita bersyukur , masih bisa makan, hidup layak meski dikontrakan yang jauh dari kemewahan, bersyukur kita masih diberi kesehatan, diberi kebahagiaan hadirnya anak dll..itukan smua nikmat yg sering terlupakan oleh kita untuk disyukuri..harta bukan segalanya. Biar sedikit yang penting mah halal, barokah..'
(huhuhu..dezigh!kena deh bunda malem itu).

Duh ya Allah, saya mungkin memang kurang bersyukur, slalu merasa kurang, padahal kalau mau dihitung hitung nikmat yang Engkau beri tak pernah berhenti..Alhamdulillah wa syukurillah..

********

Dear sobat,

bersyukur ketika kita dalam kesederhanaan itu tidaklah sulit, tetapi tetap bersyukur ketika berada dalam keberlimpahan, jauh lebih sulit. jangan sampai kita lalai untuk bersyukur dalam kenikmatan yang Allah berikan.

ingat kata Ust Reza Syarief :
"Hargai setiap rezeki yang datang, bagaimanapun keadaannya, karena rezeki itu akan mengundang 'teman-temannya' yang lain untuk datang kepada kita"

wallahu alam bis showab,

Salam Sukses Mulia,
Eka Satriana
2875193B
0815 722 89700

Friday, April 13, 2012

Menghargai Rezeki (nikmat)


dear sobat,

tulisan ini pernah saya posted di blog saya tahun 2008, jadi sekitar 4 tahun lalu. sengaja saya share kembali disini, sbagai pengingat untuk saya pribadi, manakala sekarang Alhamdulillah Allah memberi kami kemudahan rezeki....

19 Sept 2008,

suatu kali, jujur saya pengeeen deh seperti teman teman yang lain, melihat temen yang sudah punya mobil sendiri, rumah sendiri dll..sementara kami, awal menikah benar benar dari nol banget. Yah biasalah perempuan, kadang muncul deh pikiran2 manusiawinya..hehehe..

"ayo atuh Bi, jangan cuma kerja aja, usaha sampingan kek, cari kerja tempat lain aja yang gajinya lebih gede bla bla bla.."

( note : Suami saya mengabdikan dirinya disebuah lembaga zakat sejak tahun 2005 silam...)

Lalu,apakah tanggapan suami saya terhadap 'tuntutan' istrinya ini ? apakah dia menjadi naik darah mendengar keluhan istrinya ? kalo jawaban anda iya,anda salah. Tidak sama sekali. Dengan tenang dia malah bercerita..

Abi ada oleh-oleh cerita, dengerin ya jangan tidur dulu..alkisah, ada 2 nikmat,yang satu nikmat kecil dan satunya nikmat besar. Suatu hari, si nikmat kecil berkunjung ke sebuah rumah manusia. Tok tok tok, si nikmat kecil mengetuk pintu. Ternyata si tuan rumah mengintip dari dalam, si pemilik rumah berkata : 'ah,cuma si nikmat kecil, tidak usah disuruh masuk'..

Lalu dengan sedih, pergilah si nikmat kecil meninggalkan rumah itu. Ditengah jalan,dia ketemu dengan si nikmat besar yang ternyata akan menuju rumah tadi. Si nikmat kecil berkata:'hei nikmat besar, tidak usah datang kesana.aku saja tadi diusir, apalagi engkau'..akhirnya,si nikmat besar pun mengurungkan niatnya menghampiri rumah itu...

Kata suamiku : 'Bunda,seharusnya kita bersyukur , masih bisa makan, hidup layak meski dikontrakan yang jauh dari kemewahan, bersyukur kita masih diberi kesehatan, diberi kebahagiaan hadirnya anak dll..itukan smua nikmat yg sering terlupakan oleh kita untuk disyukuri..harta bukan segalanya. Biar sedikit yang penting mah halal, barokah..'
(huhuhu..dezigh!kena deh bunda malem itu).

Duh ya Allah, saya mungkin memang kurang bersyukur, slalu merasa kurang, padahal kalau mau dihitung hitung nikmat yang Engkau beri tak pernah berhenti..Alhamdulillah wa syukurillah..

********

Dear sobat,

bersyukur ketika kita dalam kesederhanaan itu tidaklah sulit, tetapi tetap bersyukur ketika berada dalam keberlimpahan, jauh lebih sulit. jangan sampai kita lalai untuk bersyukur dalam kenikmatan yang Allah berikan.

ingat kata Ust Reza Syarief :
"Hargai setiap rezeki yang datang, bagaimanapun keadaannya, karena rezeki itu akan mengundang 'teman-temannya' yang lain untuk datang kepada kita"

wallahu alam bis showab,

Salam Sukses Mulia,
Eka Satriana
2875193B
0815 722 89700