Tuesday, November 27, 2012

"Belajar dari Batu Bata"



coba teman teman cari di mbah google mengenai proses pembuatan batu bata..

Subhanallah ya, ternyata batu bata yang berkualitas adalah batu bata yang sudah melewati serangkaian proses mulai dari pencampuran bahan, digiling supaya halus, kemudian dicetak, lalu dijemur, dan terakhir dibakar. bahkan batu bata itu harus melalui fase dibakar selama dua hari dua malam di sebuah ruangan ,atau di sebut Open batu bata yang ruang pembakaran, dengan suhu  1000 derajat Celcius...
 

Artinya, kalau kita menginginkan rumah yang kita bangun kokoh, kita harus pastikan batu bata batu bata nya berkualitas. proses membuat batu bata, mirip dengan proses saat kita membangun jaringan.

Para member baru ibarat tanah liat yang siap kita bentuk menjadi batu bata batu bata yang benar 'matang'. Mencetak core team/leader pun sama, kita juga membutuhkan waktu, energi dan 'biaya'. semua member baru kita perlakukan sama, mereka mendapatkan haknya untuk mendapat getting started dan pembinaan dasar dari kita.
 

Perlu juga kita ketahui bahwa dari ribuan keping batu bata yang kita bikin, tidak 100% bagus semua. Begitupun dengan orang orang di jaringan kita. kita harus cermat memilih dan memilah mana yang akan kita jadikan bagian bangunan kita. Memaksakan membangun rumah dengan batu bata yang rapuh sama saja dengan bom waktu, menunggu keruntuhannya.

Kalau kita tidak sungguh sungguh saat proses pembuatan bata, hasilnya batu bata yang jadi asal asalan. alhasil, ada angin sedikit, bangunan sudah roboh. akhirnya kita capek sendiri, renovasi terus.

But it's never too late, kalau memang masih bisa kita perbaiki bangunannya, kita perbaiki dahulu. Bangunan yang berlubang itu kita tambal gantikan dengan batu bata baru yang kita bikin dengan proses yang benar. Jangan terintimidasi dengan rumah orang lain, terinspirasi boleh, asalkan tidak membuat kita berputus asa dengan bangunan kita sendiri. 


Ada 'harga' yang harus kita bayar untuk sebuah pencapaian/impian..asalkan  kita mau melewati proses yang 'menyakitkan' seperti tanah liat yang berubah menjadi batu bata dan rumah yang cantik...


tugas kita adalah berusaha , menjalani proses tersebut, karena itu yang membuat kita belajar, membuat kita menyadari bahwa urusan hasil itu hak otoritas Allah, begitupun kapan masanya..


"jangan keliru mengartikan konsep tawakkal. Salah mengartikannya Anda mungkin jadi penganut prinsip ‘Pasrahisme’, ‘ mental nrimo’.
Karena sesungguhnya konsep tawakal terjadi setelah kita melewati proses ikhtiar plus doa" (reza syarief)


wallahu alam bish showab

1 comments:

tetty yuniasih said...

Eka...boleh ijin share ke grup jaringanku yg core team ?
Kalau boleh..makasih..:)
l

Post a Comment

Tuesday, November 27, 2012

"Belajar dari Batu Bata"



coba teman teman cari di mbah google mengenai proses pembuatan batu bata..

Subhanallah ya, ternyata batu bata yang berkualitas adalah batu bata yang sudah melewati serangkaian proses mulai dari pencampuran bahan, digiling supaya halus, kemudian dicetak, lalu dijemur, dan terakhir dibakar. bahkan batu bata itu harus melalui fase dibakar selama dua hari dua malam di sebuah ruangan ,atau di sebut Open batu bata yang ruang pembakaran, dengan suhu  1000 derajat Celcius...
 

Artinya, kalau kita menginginkan rumah yang kita bangun kokoh, kita harus pastikan batu bata batu bata nya berkualitas. proses membuat batu bata, mirip dengan proses saat kita membangun jaringan.

Para member baru ibarat tanah liat yang siap kita bentuk menjadi batu bata batu bata yang benar 'matang'. Mencetak core team/leader pun sama, kita juga membutuhkan waktu, energi dan 'biaya'. semua member baru kita perlakukan sama, mereka mendapatkan haknya untuk mendapat getting started dan pembinaan dasar dari kita.
 

Perlu juga kita ketahui bahwa dari ribuan keping batu bata yang kita bikin, tidak 100% bagus semua. Begitupun dengan orang orang di jaringan kita. kita harus cermat memilih dan memilah mana yang akan kita jadikan bagian bangunan kita. Memaksakan membangun rumah dengan batu bata yang rapuh sama saja dengan bom waktu, menunggu keruntuhannya.

Kalau kita tidak sungguh sungguh saat proses pembuatan bata, hasilnya batu bata yang jadi asal asalan. alhasil, ada angin sedikit, bangunan sudah roboh. akhirnya kita capek sendiri, renovasi terus.

But it's never too late, kalau memang masih bisa kita perbaiki bangunannya, kita perbaiki dahulu. Bangunan yang berlubang itu kita tambal gantikan dengan batu bata baru yang kita bikin dengan proses yang benar. Jangan terintimidasi dengan rumah orang lain, terinspirasi boleh, asalkan tidak membuat kita berputus asa dengan bangunan kita sendiri. 


Ada 'harga' yang harus kita bayar untuk sebuah pencapaian/impian..asalkan  kita mau melewati proses yang 'menyakitkan' seperti tanah liat yang berubah menjadi batu bata dan rumah yang cantik...


tugas kita adalah berusaha , menjalani proses tersebut, karena itu yang membuat kita belajar, membuat kita menyadari bahwa urusan hasil itu hak otoritas Allah, begitupun kapan masanya..


"jangan keliru mengartikan konsep tawakkal. Salah mengartikannya Anda mungkin jadi penganut prinsip ‘Pasrahisme’, ‘ mental nrimo’.
Karena sesungguhnya konsep tawakal terjadi setelah kita melewati proses ikhtiar plus doa" (reza syarief)


wallahu alam bish showab

1 comment:

  1. Eka...boleh ijin share ke grup jaringanku yg core team ?
    Kalau boleh..makasih..:)
    l

    ReplyDelete